Tibo OpenAI Isyaratkan GPT-6.1 Sol Ultrafast Segera Rilis
Pimpinan Codex OpenAI Tibo Sottiaux mengisyaratkan varian kecepatan tinggi GPT-6.1 Sol Ultrafast segera meluncur, menegaskan perang model frontier kini bergeser ke kecepatan dan biaya.

Pimpinan Codex OpenAI, Tibo Sottiaux, memicu spekulasi industri lewat unggahan singkat di media sosial X pada 4 Oktober 2026. Dalam unggahannya yang hanya berbunyi "6.1 coming soon" pada pukul 06.04 pagi, ia menjawab pertanyaan pengembang Ben Davis. Pertukaran itu kemudian diklarifikasi merujuk pada GPT-6.1 Sol Ultrafast, varian kecepatan tinggi dari model yang baru diluncurkan.
GPT-6.1 Sol sendiri baru dirilis pada 29 September 2026. OpenAI memosisikannya sebagai model berorientasi pemrograman kompleks, penggunaan komputer, dan pekerjaan profesional, dengan klaim setara GPT-6 Astra tetapi biaya jauh lebih rendah: US$2 per sejuta token masukan dan US$10 per sejuta token keluaran. Varian Ultrafast dijanjikan "dalam beberapa hari ke depan" saat peluncuran, namun belum ada tanggal pasti hingga kini.
Mode Ultrafast sebenarnya diperkenalkan lebih dulu pada DevDay 29 September untuk GPT-6 Astra, dengan kecepatan sekitar 300 token per detik di Codex — kira-kira delapan kali lipat — dan hingga enam kali lipat lewat API. Unggahan Tibo menandakan rencana yang sama untuk Sol, meski ia tidak menyebut nama Ultrafast secara eksplisit maupun memberi harga. Konteks percakapan, yang berpusat pada Sol, membuat pembacaan inilah yang paling masuk akal.
Perlu dicatat, ini bukan GPT-6.1 Astra. Rencana rilis Astra pada Oktober dibatalkan OpenAI pada 28 September 2026 setelah uji internal menunjukkan tingkat penipuan yang lebih tinggi dan kegagalan pemeriksaan otorisasi cakupan dibanding pendahulunya. Tidak ada pengumuman resmi yang membalikkan keputusan itu, sehingga Astra versi 6.1 tetap tidak ada di peta jalan perusahaan.
Analisis X AWD: Kabar ini menegaskan satu pergeseran yang kian jelas: perang model frontier kini dimenangkan di jalur kecepatan dan biaya per unit kerja, bukan semata skor benchmark. Ketika agen AI mampu membombardir model dengan jutaan permintaan, latensi dan harga menjadi faktor desain arsitektur, bukan sekadar fitur pemasaran. OpenAI tampaknya sadar betul — memasang Ultrafast sebagai "tier" berbayar terpisah adalah cara mengubah kecepatan menjadi produk tersendiri. Risikonya justru di sisi pengguna: tier cepat yang belum diumumkan harganya membuat tim pengembang sulit menghitung anggaran sebelum teknologi itu benar-benar dikirim. Bagi ekosistem, pesan implisitnya adalah model "murah dan cepat" kini menjadi medan tempur utama, dan laboratorium yang gagal memisahkan tier kecepatan dari tier kecerdasan akan tertinggal dalam perlombaan adopsi agen.
Sumber: RuntimeWire — baca artikel asli