← Semua berita
LLMberita

Korea Selatan Rencanakan Model Frontier AI US$3,5 Miliar Mulai 2027

Kementerian Sains dan ICT Korea Selatan mengumumkan program 4,7 triliun won untuk mengembangkan model AI frontier mulai Maret 2027, dengan pengembang dipilih lewat tender kompetitif.

Korea Selatan Rencanakan Model Frontier AI US$3,5 Miliar Mulai 2027

SEOUL — Korea Selatan berencana meluncurkan program senilai 4,7 triliun won, atau sekitar 3,5 miliar dolar AS, untuk mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) tingkat frontier mulai Maret 2027. Rencana itu diumumkan Kementerian Sains dan ICT pada Senin, 6 Oktober 2026, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Kementerian akan memilih pengembang utama melalui tender kompetitif setelah parlemen menyetujui anggaran 2027 pada Desember mendatang. Pemenang tender berpotensi diumumkan seawal Februari. Pemerintah berencana menggabungkan investasi ekuitas negara dengan pendanaan swasta, serta memusatkan chip komputasi, data, dan talenta pada proyek tersebut. Partisipasi dibuka untuk berbagai pihak, mulai dari perusahaan tunggal, konsorsium, hingga perusahaan bertujuan khusus, dengan harapan startup, universitas, dan peneliti memegang peran utama.

Program ini dinyatakan terpisah dari kompetisi model fondasi buatan dalam negeri yang sudah berjalan sejak Juni 2025. Kompetisi tersebut kini menyisakan tiga tim — SK Telecom, LG AI Research Institute, dan Upstage — yang akan dikerucutkan menjadi dua finalis pada Februari 2027. Dalam audit parlemen pada 6 Oktober, anggota parlemen Park Jung-ha dari People Power Party mempertanyakan tumpang tindih kedua program serta proses pengambilan keputusan di balik proyek frontier. Park menyebut pendanaan pemerintah 4,7 triliun won dengan porsi saham negara 30 persen membuat total nilai proyek mencapai sekitar 16 triliun won.

Analisis X AWD: Langkah Seoul menegaskan babak baru perlombaan sovereign AI di Asia. Setelah program model fondasi dalam negeri yang menargetkan 95 persen performa model terbaik dunia, Korea kini mengincar lapis frontier — model yang bersaing langsung dengan sistem terdepan AS dan Tiongkok. Polanya jelas: negara tidak lagi puas membeli API, melainkan ingin menguasai seluruh rantai — chip, data, talenta, dan bobot model. Risikonya adalah fragmentasi: tender ganda yang tumpang tindih bisa mengencerkan talenta langka ke dua proyek paralel. Namun sinyalnya tak terbantahkan — dalam lima tahun ke depan, peta model AI dunia akan terbagi menjadi blok-blok geopolitik, dan Korea bertekad tidak menjadi penonton.

Sumber: Reuters; Korea JoongAng Daily — baca artikel asli