Upbit Listing Token POD, Proyek DePIN-AI Dolphin Masuk Tiga Pasar
Bursa kripto terbesar Korea Selatan, Upbit, membuka perdagangan token POD melawan won, bitcoin, dan USDT mulai 2 Oktober 2026; POD adalah token proyek DePIN-AI Dolphin.

Bursa kripto terbesar Korea Selatan, Upbit, resmi membuka perdagangan token POD dalam tiga pasangan sekaligus: melawan won Korea (KRW), bitcoin (BTC), dan tether (USDT). Perdagangan dimulai Jumat, 2 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu setempat, menurut laporan Wu Blockchain yang dikutip Hokanews. POD adalah token dari Dolphin, proyek yang menggabungkan infrastruktur fisik terdesentralisasi (DePIN) dengan teknologi kecerdasan buatan.
Listing di Upbit bukan sekadar penambahan ticker biasa. Pasar won Korea dikenal sebagai salah satu pendorong likuiditas ritel terkuat di dunia kripto — token yang masuk ke pasar KRW kerap mengalami lonjakan volume berkat basis pengguna domestik yang besar dan aktif. Dengan tiga pasangan sekaligus, Upbit memberi pedagang rute masuk dari mata uang fiat lokal maupun aset kripto utama, sebuah perlakuan yang biasanya dicadangkan untuk proyek yang dinilai punya daya tarik pasar serius.
Momentum ini datang di tengah penilaian ulang yang keras terhadap sektor DePIN. Sebuah telaah KuCoin mencatat kapitalisasi pasar sektor DePIN anjlok 83 persen dari puncaknya; pasar tidak lagi menghargai DePIN lewat besarnya narasi atau jumlah perangkat terpasang, melainkan lewat kualitas pendapatan, retensi pelanggan, utilisasi infrastruktur, dan emisi token. Proyek yang tidak bisa menunjukkan fundamental semacam itu terus tertekan sekalipun pasar kripto secara umum membaik.
Analisis X AWD: Kontrasnya tajam dan justru sehat: di satu sisi bursa besar membuka pintu untuk token DePIN-AI baru, di sisi lain pasar menghukum proyek DePIN yang hanya menjual janji perangkat. Bagi pembaca, ini menegaskan tesis yang berulang kami tulis di rubrik edukasi: proyek DePIN yang selamat adalah yang pelanggannya tidak peduli pada tokennya. Listing POD di Upbit adalah ujian nyata pertama bagi Dolphin — apakah volume perdagangan Korea akan bertahan setelah euforia listing reda, ataukah ia bernasib seperti puluhan token infrastruktur yang kapitalisasinya menguap 83 persen. Jawabannya baru terlihat dalam beberapa pekan ke depan, dan kami akan memantaunya.
Sumber: Hokanews — baca artikel asli